Hmm,,. gw sedang berimajinasi, enak kali ya klo kuliah di perguruan tinggi yang memenuhi harapan gw??? Imajinasi yang lantas membuat gw bertanya-tanya, hal apa sih sebetulnya membuat sebuah perguruan tinggi bisa dengan bangganya mencantumkan kata “idaman” di setiap brosur promosi bagi mahasiswa baru.
Well,, let see… Pengajarnya yang mantap? Ya iya lah…! Lulusan berkualitas? Betul, betul, betul… Biaya murah? Akuuurrr… Websitenya menduduki peringkat pertama di Indonesia? Kampus gw tuh, Weitss, klo gitu, kampus gw dah memenuhi kriteria kampus idaman dong, kkk… (Narsissss).
Tapi namanya juga manusia, nggak pernah puas. Banyak maunya, tapi lupa bersyukur. Rumput tetangga terlihat lebih hijau. Eh, ngomong-ngomong tentang hijau, seru kali ya kalau punya kampus yang hijau. (Bukan warna gedungnya, sodara-sodara – red). Hehe, kasih gw kesempatan untuk melanjutkan imajinasi gw ya…
Kayak yang udah gw singgung sebelumnya, sifat dasarnya manusia emang jarang mensyukuri apa yang ada di tangannya. Misalnya aja tentang alam. Emang alam sekitar itu punya kita? Bukan kaleee… Kita dikasih gratis oleh Allah. Dan akan diwariskan pada generasi berikut berikut berikut berikutnya… Dikasihnya bagus, diwariskan ke anak cucu babak belur? Apa kata dunia? Jadi gw pengen suatu saat akan lahir kampus idaman yang hijau.
Klo nyodorin brosur kampus ke depan hidung maba, pertanyaan pertama yang akan keluar pasti: fasilitasnya apa saja? Klo kuliah dengan gedung2 tinggi, kelas ber-AC sih udah biasa.. Di kampus idaman gw, ruangannya non-AC. Tentu saja desain bangunannya dibuat sedemikian rupa, supaya mahasiswanya nggak perlu kipas-kipas selama belajar. Saluran airnya terhubung dengan alat penyuling, jadi bisa digunakan lagi. Bangunannya dilengkapi panel surya, jadi lebih ramah lingkungan. Di halamannya dibuat lubang biopori, agar air hujan bisa terserap dengan baik. Alat transportasi yang menimbulkan polusi nggak boleh masuk kampus! Jadi diparkir dulu jauuuuhhh di luar area kampus, terus naek sepeda deh. Selain akan lebih menyehatkan buat diri kita, manfaatnya besar bagi lingkungan. Go-es teruuusss!! kkkk.
Terus, terus, di kampus disediakan alat transportasi dalam kampus dengan tenaga listrik, atau tenaga kuda (Andong, mungkin? Hehe…), pokoknya nggak pakai bahan bakar yang nggak bisa diperbarui. Dan di sepanjang kampusnya ditanami pohon-pohon yang bisa melindungi kita dari teriknya matahari, jadi klo naik sepeda juga nggak kepanasan. Terus, disediain taman yang memadai. Multifungsi, bisa buat olahraga, rapat kepanitiaan, diskusi, dan kegiatan yang bermanfaat lainnya. Kantinnya juga hanya menyediakan makanan sehat, ENAK, dan murah (baca:tempe) (Hehe, soalnya, makanan sehat terkadang nggak mengundang selera makan dan mahal lagi wkwkwk)
Menurut gw, nggak cukup lah kalo hanya kampusnya aja yang canggih, tapi mahasiswanya terbata-bata kalo ditanya tentang pemanasan global. Jadi, hentikan segala macam bentuk ospek yang nggak mendidik. Lebih baik, bekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang lingkungan pada saat orientasi kampus. Kalo perlu, setiap maba yang masuk dapat tas belanja berlogo kampus yang terbuat dari kain. Jadi, setiap belanja, mahasiswa bisa berkata dengan penuh gaya pada penjaga kasir, ”Nggak usah pakai kantong plastik. Kan bisa mengurangi green house warming… eh global effect… mmm… pokoknya itu lah”.
Dosennya juga harus nggak mau kalah dengan mahasiswanya lahh. Lalu berkata, ”Tugas dikumpulkan lewat email. Nilai bisa dilihat di website.” Nggak lupa nulis di signature email: Pikirkan hutan sebelum anda mencetak dokumen ini. Jiee, gawoel banget gak??
Kampus yang baik adalah yang bisa menjadikan mahasiswa berguna ketika terjun bebas ke masyarakat. Salah satunya lewat KKN (bukan Kolusi, Korupsi, Nepotisme –red). Lewat program KKN, mahasiswa mengenalkan tentang lingkungan pada masyarakat. Ups, tunggu dulu. Umumnya, masyarakat tradisional kan lebih menghargai alam dan lingkungan ya? Kl gitu, mengenalkannya pada masyarakat perkotaan dong. Mahasiswa memberi penyuluhan, misalnya tentang pembuatan kompos, pemisahan sampah, pembuatan film tentang global warming Lucu kali ya, kalo ditanya, ”Lo KKN dimana?”. ”Jakarta”. kkkk…
Fuihh, tangan gw udah pegel setelah berimajinasi la…la…pam…pam…cuap dari tadi. Ih waw,, Seru ya? Punya kampus kayak gini ^^
Tulisan ini akan gw daftarin ke lomba blognya UII. Gw harap lo terhibur waktu baca. Terinspirasi untuk lebih peduli lingkungan? Semoga. Kali aja ada produser atau sutradara yang baca, lalu buat film dengan judul Cintaku di Kampus Hijau, hehehe…

